Kamis, 08 November 2018

LAPORAN DENDROLOGI BUAH, BIJI, DAN BUAH POHON



LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM DENDROLOGI

BUAH, BIJI DAN BUNGA POHON











Oleh:

NURAISYAH DARMAWAN

L 131 16 150












JURUSAN KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS TADULAKO

2017


I.                  PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. (UU No. 41 1999).

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. (UU No. 41 1999).

Dendrologi menurut Harlow dan Harrar (1969) didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang pohon atau ilmu yang mempelajari tentang taksonomi tumbuhan berkayu termasuk pohon, perdu dan liana.

Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup.

Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup.

Morfologi yaitu cabang ilmu biologi yang membahas mempelajari tentang tata bentuk luar atau sruktur dari suatu organisme.

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh(manusia) dengan cara nenguraikan tubuh(manusia)menjadi bagian yang lebih kecil kebagian yang paling kecil,dengan cara memotong atau megiris tubuh (manusia) kemudian diangkat,dipelajari,dan diperiksa menggunakan mikroskop.

1.2       Tujuan dan Kegunaan

          Tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu untuk mempelajari macam-macam tipe serta bagian-bagian dari buah, biji, dan bunga.

            Kegunaan dilaksankannya praktikum yaitu agar praktikan dapat  membedakan antara bunga lengkap dan tidak lengkap serta buah monokotil dan dikotil.







  



















II.               TINJAUAN PUSTAKA

2.1              Rujukan Materi

Biji (semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae).

Monokotil  hanya memiliki satu kotiledon, yang panjang dan tipis. Embrio biji ini umumnya berbentuk oval, dan sebagian besar yang tersisa adalah endosperma, yang dilapisi oleh lapisan yang disebut “lapisan aleuron”. Endosperma kaya pati dan memelihara embrio sampai menemukan tempat yang tepat untuk berkecambah. Beberapa contoh biji monokotil adalah jagung, beras, gandum, kelapa, rumput, dll.

Dikotil berisi dua kotiledon, yang tebal dan berdaging. Kotiledon bertanggung jawab untuk penyerapan nutrisi dari endosperma sebelum perkecambahan biji. Beberapa contoh umum dari biji dikotil adalah ercis, buncis, kacang tanah, apel, dll. Setiap biji dikotil memiliki kulit biji yang unik, yang menyediakan penampilan yang khas.

Buah merupakan organ tumbuhan yang terbentuk setelah bunga mengalami proses penyerbukan.

Bunga berfungsi sebagai alat reproduksi pada tumbuhan. Morfologi bunga pada tumbuhan tinggi terdiri atas mahkota bunga, kelopak bunga, putik, dan benang sari.

Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benang sari, mahkota, dan tangkai

Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu dari enam bagian dasar bunga.

2.1.1    Bunga Johar (Senna seamea)

A.    Pengertian

Johar (Senna seamea) adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras yang termasuk suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan). Pohon yang sering ditanam sebagai peneduh tepi jalan ini dikenal pula dengan nama-nama yang mirip, seperti juwar (Btw., Jw., Sd.), atau johor (Mly.). Di Jawa sering juga disebut jati wesi. Di Sumatra, pohon ini dinamai pula bujuk atau dulang. Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini disebut dengan beberapa nama seperti black-wood cassia, Bombay blackwood, kassod tree, Siamese senna dan lain-lain. Nama ilmiahnya, siamea, merujuk pada tanah asalnya, yakni Siam atau Thailand.

Bunga terkumpul dalam malai di ujung ranting, panjang 15-60 cm, berisi 10-60 kuntum yang terbagi lagi ke dalam beberapa tangkai (cabang) malai rata. Kelopak 5 buah, oval membundar, 4-9 mm, tebal dan berambut halus. Mahkota bunga berwarna kuning cerah, 5 helai, gundul, bundar telur terbalik, bendera dengan kuku sepanjang 1-2 mm. Benangsari 10, yang terpanjang lk. 1 cm; kurang lebih sama panjang dengan bakal buah dan tangkai putiknya.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Tracheophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Fabales

Famili              : Fabaceae

Genus              : Mimosa

Spesies            : Senna seamea

2.1.2    Bunga Jati Putih (Gmelina arborea)

A.    Pengertian

Jati Putih (Gmelina arborea) adalah tanaman penghasil kayu yang produktif. Tanaman jati putih berasal dari Asia Tenggara, di negara lain dikenal dengan nama Gamari atan Gumadi (India), Gamar (Bangladesh) atau Yemane (Myanmar). Banyak ditanam sebagai tanaman pelindung, sebagian besar dimanfaatkan sebagai tanaman komersil. tanaman ini banyak ditanam di daerah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Para petani tertarik dengan nilai kayu jenis ini. Semua bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk dijual, mulai dari batang gelondongan, cabang bahkan ranting. Nilai ekonomis katu ini yang tinggi membuat tanaman ini ditanam dari tepi jalan, di kebun, di halaman dan sebagainya.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Tracheophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Fabales

Famili              : Fabaceae

Genus              : Mimosa

Spesies            : Gmelina arborea

2.1.3    Bunga Gamal (Gliricida maculata)

A.    Pengertian

Gamal (Gliricida maculata) adalah jenis perdu atau pohon dengan tinggi mencapai 2-15 meter.

Bunga gamal berwarna merah muda cerah sampai kemerahan, biasanya dengan titik kuning pucat menyebar di dasar kelopak standar, dan panjang 2,5-15 cm. Susunan bunga tegak, bunga membentuk kelopak tangkai pada batang muda dan tua. Kelopak berbentuk bulat dan hampir tegak , berukuran 15-20 mm dengan lebar 4-7 mm.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Fabales

Famili              : Fabaceae

Genus              : Gliricida

Spesies            : Gliricida maculata

2.1.4    Bunga Lamtoro (Leucaena leucocephala)  

A.    Pengertian

Lamtoro (Leucaena leucocephala) adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Tanaman ini di Malaysia dinamai petai belalang.

Bunganya majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan berdiameter 12–21 mm, di atas tangkai sepanjang 2-5 cm. Bunga kecil-kecil, berbilangan-5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Fabales

Famili              : Fabaceae

Genus              : Leucaena

Spesies            : Leucaena leucocephala

2.1.5    Bunga Jembolan (Eugenia cumini)

A.    Pengertian

Jembolan (Eugenia cumini) adalah bunga majemuk berbentuk malai dengan cabang yang berjatuhan.  Bunga tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan. Kelopak bunga Jamblang berbentuk lonceng berwarna hijau muda. Mahkota bunga berbentuk bulat telur dengan banyak benang sari yang berwarna putih dan harum baunya.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Myrtales

Famili              : Pinaceae

Genus              : Eugenia

Spesies            : Eugenia cumini

2.1.6    Buah Pinus (Pinus merkusii)

A.    Pengertian

Pinus (Pinus merkusii) adalah perdu yang tingginya mencapai 10-40 m dan tumbuh pada ketinggian 300-1800 m di atas permukaan laut. Pohon pinus ini sering dimanfaatkan kayunya dan diolah untuk dijadikan bahan – bahan furniture, perabotan rumah tangga, korek api, sumpit, dan masih banyak lagi.

Buah pada Tanaman Pinus yaitu Buah Pinus mempunyai bentuk kerucut, namun ada juga yang silindris. Bentuknya seperti pohon natal tapi kecil. Mempunyai panjang sekitar 5-10 cm dan lebar sekitar 2-4 cm. Buah Pinus ini pada umunya berwarna cokelat dan termasuk buah semua yang tidak dapat dimakan.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Coniferophyta

Kelas               : Pinopsida

Ordo                : Pinales

Famili              : Pinaceae

Genus              : Pinus

Spesies            : Pinus merkusii

2.1.7    Buah Jati Super (Tectona grandis .L)

A.    Pengertian

Jati Super (Tectona grandis .L) adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan.

Buahnya keras, terbungkus daging berkulit lunak tidak merata (tipe buah batu) serta ukuran buah antara 5-20 mm. Struktur buah terdiri dari kulit luar tipis yang berbetuk dari kelopak lapisan tengah (mesokarp) yang tebal, bagian dalam (endokarp) yang keras dan terbagi menjadi 4 ruang biji.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Lamiales

Famili              : Lamiaceae

Genus              : Tectona

Spesies            : Tectona grandis .L


III.           METODE PRAKTIKUM

3.1              Waktu dan Tempat

Adapun kegiatan praktikum dendrologi yang dilakukan oleh mahasiswa kehutanan yaitu dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 27 April 2017, pukul 14.00 wita sampai selesai.

Kegiatan praktikum dendrologi dilaksanakan di KHT B, Fakultas Kehutanan, Univeritas Tadulako, Palu.

3.2              Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan yaitu bunga johar, bunga jati putih, bunga gamal, bunga lamtoro, bunga jembolan, buah pinus, dan buah jati super.

Alat yang digunakan yaitu kertas kuarto, pensil, penggaris, dan penghapus.

3.3              Cara Kerja

1.      Ambillah selembar kertas kuarto, lalu berikan garis pinggir dengan ukuran 4:1:1:1.

2.      Tulis nama spesimen dan nama ilmiah tumbuhan.

3.      Gambar buah lengkap dengan bagian-bagiannya dan beri keterangan.

4.      Gambar biji utuh dan setelah dibelah gambar secara lengkap.

5.      Gambar bunga dari masing-masing jenis tumbuhan diatas dan beri keterangan pada masing-masing bagian dari bunga.









IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1              Hasil

Hasil dari praktikum:


Gambar 1. Bunga johar (Senna seamea) merupakan bunga tidak lengkap.


Gambar 2. Bunga jati putih (Gmelina arborea) merupakan bunga lengkap.










Gambar 3. Bunga Gamal (cliricida maculata) merupakan bunga tidak lengkap.


Gambar 4. Bunga Lamtoro (Leucaena leucocephala) merupakan bunga tidak lengkap.














Gambar 5. Bunga Jembolan (Eugenia cumini) merupakan bunga lengkap.


Gambar 6. Buah Pinus (Pinus merkusii) merupakan buah monokotil.
















Gambar 7. Buah Pinus (Pinus merkusii) merupakan buah monokotil yang telah dibelah.


Gambar 8. Buah Jati Super (Tectona grandis .L) merupakan buah dikotil.


Gambar 9. Buah Jati Super (Tectona grandis .L) merupakan buah dikotil yang telah dibelah.

4.2       Pembahasan

Biji (semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae).

Monokotil hanya memiliki satu kotiledon, yang panjang dan tipis. Embrio biji ini umumnya berbentuk oval, dan sebagian besar yang tersisa adalah endosperma, yang dilapisi oleh lapisan yang disebut “lapisan aleuron”. Endosperma kaya pati dan memelihara embrio sampai menemukan tempat yang tepat untuk berkecambah. Beberapa contoh biji monokotil adalah jagung, beras, gandum, kelapa, rumput, dll.

Dikotil berisi dua kotiledon, yang tebal dan berdaging. Kotiledon bertanggung jawab untuk penyerapan nutrisi dari endosperma sebelum perkecambahan biji. Beberapa contoh umum dari biji dikotil adalah ercis, buncis, kacang tanah, apel, dll. Setiap biji dikotil memiliki kulit biji yang unik, yang menyediakan penampilan yang khas.

Buah merupakan organ tumbuhan yang terbentuk setelah bunga mengalami proses penyerbukan.

Bunga berfungsi sebagai alat reproduksi pada tumbuhan. Morfologi bunga pada tumbuhan tinggi terdiri atas mahkota bunga, kelopak bunga, putik, dan benang sari.

Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benang sari, mahkota, dan tangkai

Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu atau beberapa dari enam bagian dasar bunga.

4.2.1    Bunga Johar (Senna seamea)

Bunga Johar (Senna seamea) adalah bunga lengkap karena memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benang sari, mahkota dan tangkai.

4.2.2    Bunga Jati Putih (Gmelina arborea)

Bunga Jati Putih (Gmelina arborea) adalah bunga lengkap karena memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benang sari, mahkota dan tangkai.

4.2.3    Bunga Gamal (Gliricida maculata)

Bunga Gamal (Gliricida maculata) adalah bunga tidak lengkap karena tidak memiliki salah satu atau beberapa dari enam bagian dasar bunga.

4.2.4    Bunga Lamtoro (Leucaena leucocephala)

Bunga Lamtoro (Leucaena leucocephala) adalah bunga tidak lengkap karena tidak memiliki salah satu atau beberapa dari enam bagian dasar bunga.

4.2.5    Bunga Jembolan (Eugenia cumini)

Bunga Jembolan (Eugenia cumini) adalah bunga lengkap karena memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benang sari, mahkota dan tangkai.

4.2.6    Buah Pinus (Pinus merkusii)

Buah Pinus (Pinus merkusii) adalah tanaman monokotil karena bagian bijinya hanya memiliki satu kotiledon, yang panjang dan tipis.

4.2.7    Buah Jati Super (Tectona grandis .L)

Buah Jati Super (Tectona grandis .L) adalah tanaman dikotil karena bagian bijinya berisi dua kotiledon, yang tebal dan berdaging.























V.               PENUTUP

5.1              Kesimpulan

Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki enam bagian dasar bunga antara lain tangkai, putik, benang sari, mahkota, dan tangkai. Contohnya, Bunga Johar (Senna seamea), Bunga Jati Putih (Gmelina arborea), dan Bunga Jembolan (Eugenia cumini).

Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu dari enam bagian dasar bunga. Contohnya, Bunga Gamal (Gliricida maculata), dan Bunga Lamtoro (Leucaena leucocephala).

Monokotil hanya memiliki satu kotiledon, yang panjang dan tipis. Contohnya, Buah Pinus (Pinus merkusii).

Dikotil berisi dua kotiledon, yang tebal dan berdaging. Contohnya, Buah Jati Super (Tectona grandis .L).

5.2       Saran

Agar setiap praktikum dapat dilakukan dengan lebih teliti, sehingga hasil yang didapatkan akan jauh lebih akurat.
















DAFTAR PUSTAKA

Abimudaa, 2015.  Penjelasan lengkap tentang organ pada tumbuhan dan fungsinya.


Kliksma, 2014. Perbedaan biji monokotil dan dikoti.


Materi belajar inside, 2014.  Morfologi klasifikasi ekologi tanaman johar.


Pakaretani, 2016.  Kalsifikasi dan morfologi pinus.


Tugas biologi, 2013. Pengertian anatomi.

Laman web:http://www.tugasbiologi.com/2013/05/pengertian-anatomi.html. Diakses pada tanggal 7 Mei 2017

Wikipedia, 2017. Gamal. Laman web: https://id.wikipedia.org/wiki/Gamal. Diakses pada tanggal 7 Mei 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar