Kamis, 08 November 2018

Daun Lengkap dan Tidak Lengkap


I.                  PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. (UU No. 41 1999).
Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. (UU No. 41 1999).
Dendrologi menurut Harlow dan Harrar (1969) didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang pohon atau ilmu yang mempelajari tentang taksonomi tumbuhan berkayu termasuk pohon, perdu dan liana.
Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan makhluk hidup.
     Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia (Anonim, 2011).
Daun adalah organ-organ khusus yang mempunyai fungsi sebagai tempat proses fotosintesis, dalam pengertian ini dapat disebutkan bahwa daun merupakan


bagian tanaman yang mempunyai fungsi sangat penting. Karena semua fungsi yang lain sangat tergantung pada daun secara langsung ataupun tidak langsung.(Heddy, 1987).

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekat daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla) (Tjitrosoepomo, 1985).

1.2       Tujuan dan Kegunaan

          Tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu untuk mengetahui dan mengenal bagian-bagian daun serta membedakan daun lengkap dan tidak lengkap.

            Kegunaan dilaksanakannya parktikum yaitu agar praktikan dapat  membedakan daun lengkap dan tidak lengkap.

















II.               TINJAUAN PUSTAKA

2.1              Rujukan Materi

Daun adalah batang yang telah mengalami modifikasi yang kemudian berbentuk pipih yang juga terbentuk dari sel-sel jaringan, seperti yang terdapat pada batang. Perbedaannya batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas yang segera berhenti tumbuh, berfungsi untuk beberapa musim. Lalu gugur  (Sutarmi, 1983).

Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian yaitu upih daun atau pelepah daun (Vagina), tangkai daun (Petiolus), dan helaian daun (Lamina). Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiaca),pohon pinang (Areca cathechu), dan bambu (Bambusa .Sp.) tumbuhan yang mempunyai daun yang tidak lengkap tidak begitu banyak jenisnya kebanyakan tumbuhan kehilangan satu atau dua bagian dari tiga bagian tersebut, daun yang demikian disebut daun tidak lengkap (Tjitrosoepomo, 1985).

2.1.1    Daun Putri Malu (M. Pudica)

A.    Pengertian

Putri malu (M. Pudica) adalah perdu pendek anggota polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/layu dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat dari pada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.

Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5-26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6-16 mm, lebar 1-3 mm.  daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap.  Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Tracheophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Fabales

Famili              : Fabaceae

Genus              : Mimosa

Spesies            : M. pudica

2.1.2    Daun Nangka (Artocarpus integra)

A.    Pengertian

Nangka (Artocarpus integra) adalah tanaman buah yang berasal dari India dan menyebar luas keberbagai daerah tropis, terutamanya Indonesia. Tanaman ini memiliki nama berbeda–beda dan bervariasi tergantung wilayah maupun daerahnya. Tanaman nangka ini merupakan tanaman yang tergolong kedalam jenis buah tahunan, dan masih berfamili dengan Malvales dan juga termasuk kedalam ordo Urticales.

Daunnya tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong memanjang, 3,5-12 x 5-25 cm,dengan pangkal menyempit sedikit, daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan berkas serupa cincin, pertulangan daun menyirip, bagian atas daun mengkilap lilin,dan bagian bawah kasap, warna daun bagian atas hijau tua mengkilap danwarna daun bagian bawah hijau pucat.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Urticales

Famili              : Moraceae 

Genus              : Artocarpus 

Spesies            : Artocarpus integra

2.1.3    Daun Mangga (Mangifera indica .L)

A.    Pengertian

Mangga (Mangifera indica .L) adalah buah yang berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.

Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.).

Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya seperti dalam lingkaran (roset).

Helai daun bervariasi namun kebanyakan berbentuk jorong sampai lanset, 2-10 × 8-40 cm, agak liat seperti kulit, hijau tua berkilap, berpangkal melancip dengan tepi daun bergelombang dan ujung meluncip, dengan 12-30 tulang daun sekunder.

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Spermatophyta

Kelas               : Dicotyledonae

Ordo                : Sapindales

Famili              : Anacardiacea

Genus              : Mangifera

Spesies                        : Mangifera indica .L

2.1.4    Daun Pisang (Musa paradisiaca .L)

A.    Pengertian

Pisang (Musa paradisiaca .L) adalah tanaman berbentuk terna raksasa dengan batang semu yang permukaanya terlihat bekas pelepah daun. Tumbuhan ini tidak memiliki cabang, berbatang basah, dan tidak mengandung lignin. Batang tumbuhan ini diselubungi oleh pelepah daunnya. Tumbuhan ini berasal dari asia tenggara.

Bentuk daun pisang pada umumnya panjang, lonjong, dengan lebar yang tidak sama, bagian ujung daun tumpul, dan tepinya tersusun rata. Letak daun terpencar dan tersusun dalam tangkai yang berukuran relatif panjang dengan helai daun yang mudah robek. 

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Liliopsida

Ordo                : Zingiberales

Famili              : Musaceae

Genus              : Musa

Spesies            : Musa paradisiaca .L

2.1.5    Daun Bambu (Bambusa .sp)

A.    Pengertian

Bambu (Bambusa .sp) adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

Daun Bambu termasuk daun  lengkap karena memiliki ketiga syarat sebagai daun lengkap yaitu memiliki upih daun atau pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina).

B.     Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Disisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Liliopsida

Ordo                : Poales

Famili              : Poaceae

Genus              : Bambusa

Spesies            : Bambusa .sp



















III.           METODE PRAKTIKUM

3.1              Waktu dan Tempat

Adapun kegiatan praktikum dendrologi yang dilakukan oleh mahasiswa kehutanan yaitu dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 27 April 2017, pukul 14.00 wita sampai selesai.

Kegiatan praktikum dendrologi dilaksanakan di KHT B, Fakultas Kehutanan, Univeritas Tadulako, Palu.

3.2              Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan yaitu daun putri malu, daun  nangka, daun mangga, daun pisang, dan daun bambu.

Alat yang digunakan yaitu kertas kuarto, pensil, penggaris, dan penghapus.

3.3              Cara Kerja

1.      Ambil selembar kertas kuarto, lalu berikan garis pinggir dengan ukuran 4:1:1:1.

2.      Tulis nama spesimen dan nama ilmiah tumbuhan.

3.      Gambar daun secara lengkap dan tuliskan bagian-bagian dari daun tersebut.

4.      Tulis yang termasuk jenis daun lengkap atau daun tidak lengkap.

5.      Gambar dengan jelas dan sebutkan tipe dari bagian ujung daun, bentuk daun, dan pangkal daun.







IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1              Hasil

Hasil dari praktikum:

Keseluruhan Daun
Ujung Daun
Keterangan: Meruncing
Bentuk Daun    
Keterangan: Lenset
Pangkal Daun
Keterangan: Tumpul

Gambar 1. Daun Putri Malu (M. Pudica) merupakan daun tidak lengkap.





Keseluruhan Daun
Ujung Daun
Keterangan: Meruncing
Bentuk Daun
Keterangan: Elips
Pangkal Daun
Keterangan: Meruncing

Gambar 2. Daun Nangka (Artocarpus integra) merupakan daun tidak lengkap.

















Keseluruhan Daun
Ujung Daun
Keterangan: Meruncing
Bentuk Daun
Keterangan: Elips
Pangkal Daun
Keterangan: Meruncing

Gambar 3. Daun Mangga (Mangifera indica .L) merupakan daun tidak lengkap.















Keseluruhan Daun
Ujung Daun
Keterangan: Membulat
Bentuk Daun
Keterangan: Oblong
Pangkal Daun
Keterangan: Rompang

Gambar 4. Daun Pisang (Musa paradisiaca .L) merupakan daun lengkap.

















Keseluruhan Daun
Ujung Daun
Keterangan: Runcing
Bentuk Daun
Keterangan: Lenset
Pangkal Daun
Keterangan: Runcing

Gambar 5. Daun Bambu (Bambusa .sp) merupakan daun lengkap.

4.2       Pembahasan

Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian yaitu upih daun atau pelepah daun (Vagina), tangkai daun (Petiolus), dan helaian daun (Lamina). Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang (Musa paradisiaca),pohon pinang (Areca cathechu), dan bambu (Bambusa .Sp.) tumbuhan yang mempunyai daun yang tidak lengkap tidak begitu banyak jenisnya kebanyakan tumbuhan kehilangan satu atau dua bagian dari tiga bagian tersebut, daun yang demikian disebut daun tidak lengkap.

4.2.1    Daun Putri Malu (M. Pudica)

            Daun Putri Malu (M. Pudica) merupakan jenis daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.

4.2.2    Daun Nangka (Artocarpus integra)

Daun Nangka (Artocarpus integra) adalah  jenis daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.

4.2.3    Daun Mangga (Mangifera indica .L)

            Daun Mangga (Mangifera indica .L) adalah jenis daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun dan helaian daun, dan lazimnya disebut Daun bertangkai.

4.2.4    Daun Pisang (Musa paradisiaca .L)

Daun Pisang (Musa paradisiaca .L) adalah daun  lengkap karena memiliki ketiga syarat sebagai daun lengkap yaitu memiliki upih daun atau pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina).

4.2.5    Daun Bambu (Bambusa .sp)

Daun Bambu (Bambusa .sp) adalah daun  lengkap karena memiliki ketiga syarat sebagai daun lengkap yaitu memiliki upih daun atau pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina).





V.               PENUTUP

5.1              Kesimpulan

Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian yaitu upih daun atau pelepah daun (Vagina), tangkai daun (Petiolus), dan helaian daun (Lamina). Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan. Contohnya, Daun Pisang (Musa paradisiaca .L), daun Daun Bambu (Bambusa .sp).

Tumbuhan yang mempunyai daun yang tidak lengkap tidak begitu banyak jenisnya kebanyakan tumbuhan kehilangan satu atau dua bagian dari tiga bagian tersebut, daun yang demikian disebut daun tidak lengkap. Contohnya, Daun Putri Malu (M. Pudica), Daun Nangka (Artocarpus integra), dan Daun Mangga (Mangifera indica .L).

5.2       Saran

Agar setiap praktikum dapat dilakukan dengan lebih teliti, sehingga hasil yang didapatkan akan jauh lebih akurat.



















DAFTAR PUSTAKA

Agroteknologi, 2017. Klasifikasi dan morfologi tanaman pisang.


Fredi Kurniawan, 2017. Klasifikasi dan morfologi tanaman nangka.


Menara ilmuku, 2017. Klasifikasi bambu.                                


Ngapakers, 2017. Jenis-jenis bambu.

Laman web:http://ngapakers.com/jenis-jenis-bambu/# Diakses pada tanggal 6 Mei 2017

Wikipedia, 2017. Putri malu.

Laman web:https://id.wikipedia.org/wiki/Putri_malu. Diakses pada tanggal 6 Mei 2017

Wikipedia, 2017. Mangga.

Laman web:https://id.wikipedia.org/wiki/Mangga. Diakses pada tanggal 6 Mei 2017.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar