LAPORAN
LENGKAP PRAKTIKUM DENDROLOGI
DAUN MAJEMUK DAN TUNGGAL
Oleh:
NURAISYAH
DARMAWAN
L 131 16
150
JURUSAN
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
TADULAKO
2017
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut
paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara
terpadu. (UU No. 41 1999).
Hutan
adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam
hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang
satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. (UU No. 41 1999).
Dendrologi
menurut Harlow dan Harrar (1969) didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari
tentang pohon atau ilmu yang mempelajari tentang taksonomi tumbuhan berkayu
termasuk pohon, perdu dan liana.
Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia
yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat
penting untuk perkembangan mahluk hidup.
Morfologi yaitu cabang ilmu biologi yang membahas
mempelajari tentang tata bentuk luar atau sruktur dari suatu organisme.
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu untuk
mempelajari bermacam-macam tipe daun majemuk serta membedakan antara daun
majemuk dan tunggal.
Kegunaan
dilaksanakannya praktikum yaitu agar praktikan dapat membedakan antara daun
majemuk dan tunggal.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Rujukan Materi
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada
umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat
pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tumbuh
tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekat daun dinamakan buku-buku
(nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan
daun dinamakan ketiak daun (axilla) (Tjitrosoepomo,
1985).
Daun majemuk adalah daun
yang pada satu tangkainya terdapat lebih dari satu helaian daun.
Daun tunggal dapat mempunyai
bagian-bagian daun yang berbeda antara golongan tumbuhan satu dengan yang lain
karena pada daunnya hanya terdapat satu helai daun saja.
2.1.1
Daun Eboni (Diospyros cellebica Bakh)
A.
Pengertian
Eboni (Diospyros
cellebica Bakh) adalah nama kayu hitam yang
berasal dari sulawesi selatan dari spesies eboni (Ebenaceae). Anggotanya di
seluruh dunia mencapai sekitar 450-500 spesies pohon dan perdu yang selalu
hijau atau sebagian ada pula yang menggugurkan daun. Kebanyakan tumbuhan ini
berasal dari daerah tropis, dan hanya beberapa spesies yang tumbuh di daerah
beriklim sedang.
Eboni memiliki ciri khas yaitu Pohon yang lurus dan
tegak dengan tinggi sampai dengan 40 m. Diameter batang bagian bawah dapat
mencapai 1 m. Kulit batangnya beralur, mengelupas kecil-kecil dan berwarna
coklat hitam. Pepagannya berwarna coklat muda dan di bagian dalamnya berwarna
putih kekuning-kuningan. Daun tunggal terletak berseling, berbentuk jorong
memanjang, dengan ujung meruncing, permukaan atasnya mengkilap, seperti kulit
dan berwarna hijau tua, permukaan bawahnya berbulu dan berwarna hijau abu-abu.
Daunnya
berbentuk memanjang dan tunggal dengan ukuran 12-35 cm dan lebar 2,5-7 cm.
Bagian dasar daun tumpul sampai agak menjantung dan ujung daun lancip sampai
agak lancip.
B.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Disisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Ericales
Famili : Ebenaceae
Genus : Diospyros
Spesies : Diospyros cellebica Bakh
2.1.2
Daun Kemiri (Aleurites moluccanus)
A.
Pengertian
Kemiri (Aleurites
moluccanus) adalah tumbuhan yang bijinya
dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih
sekerabat dengan singkong dan
termasuk dalam suku Euphorbiaceae.
Daun tunggal, berseling,
hijau tua, bertangkai panjang hingga 30 cm, dengan
sepasang kelenjar di ujung tangkai. Helai daun hampir bundar, bundar telur,
bundar telur lonjong atau menyegitiga, berdiameter hingga 30 cm, dengan pangkal
bentuk jantung, bertulang daun menjari hanya pada awalnya, bertaju 3-5 bentuk
segitiga di ujungnya.
Daun tunggal, berseling,
hijau tua, bertangkai panjang hingga 30 cm, dengan
sepasang kelenjar di ujung tangkai. Helai daun hampir bundar, bundar telur,
bundar telur lonjong atau menyegitiga, berdiameter hingga 30 cm, dengan pangkal
bentuk jantung, bertulang daun menjari hanya pada awalnya, bertaju 3-5 bentuk
segitiga di ujungnya.
B.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Disisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Aleurites
Spesies : Aleurites moluccanus
2.1.3
Daun Jati Putih (Gmelina arborea)
A.
Pengertian
Jati Putih (Gmelina arborea) adalah tanaman penghasil kayu yang produktif.
Tanaman jati putih berasal dari Asia Tenggara, di negara lain dikenal dengan
nama Gamari atan Gumadi (India), Gamar (Bangladesh)
atau Yemane (Myanmar).
Banyak ditanam sebagai tanaman pelindung, sebagian besar dimanfaatkan sebagai
tanaman komersil. Sekarang (Januari 2009) tanaman ini banyak ditanam di daerah
Kabupaten Bulukumba, Sulawesi
Selatan, Indonesia.
Para petani tertarik dengan nilai kayu jenis ini. Semua bagian pohon dapat
dimanfaatkan untuk dijual, mulai dari batang gelondongan, cabang bahkan
ranting. Nilai ekonomis katu ini yang tinggi membuat tanaman ini ditanam dari
tepi jalan, di kebun, di halaman dan sebagainya.
Daun
jati termasuk daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai dan helaian daun
saja dan tidak memiliki pelepah atau disebut daun bertangkai.
B.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Disisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Mimosa
Spesies : Gmelina arborea
2.1.4
Daun Johar (Senna seamea)
A.
Pengertian
Johar (Senna
seamea) adalah nama sejenis pohon
penghasil kayu keras yang termasuk suku Fabaceae
(Leguminosae, polong-polongan). Pohon yang sering ditanam sebagai peneduh tepi jalan
ini dikenal pula dengan nama-nama yang mirip, seperti juwar (Btw.,
Jw., Sd.),
atau johor (Mly.). Di Jawa
sering juga disebut jati wesi. Di Sumatra,
pohon ini dinamai pula bujuk atau dulang. Dalam bahasa
Inggris tumbuhan ini disebut dengan beberapa nama
seperti black-wood cassia, Bombay blackwood, kassod tree, Siamese senna
dan lain-lain. Nama ilmiahnya, siamea, merujuk pada tanah asalnya, yakni
Siam atau Thailand.
Daun menyirip genap, 10-35 cm
panjangnya, dengan tangkai bulat torak sepanjang 1,5-3,5 cm yang beralur
dangkal di tengahnya, poros daun tanpa kelenjar, daun penumpu meruncing kecil,
lk. 1 mm, lekas
rontok. Anak daun 4-16 pasang, agak menjangat, jorong hingga jorong-bundar
telur, 3-8 cm × 1-2,5 cm, panjang 2-4 × lebarnya, pangkal dan
ujungnya membulat atau menumpul, gundul dan mengkilap di sisi atas, dengan
rambut halus di sisi bawah.
B.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Disisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Mimosa
Spesies : Senna seamea
2.1.5
Daun Kelor (Moringa oleifera)
A.
Pengertian
Kelor (Moringa
oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku
Moringaceae.
Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7-11 meter. Daun kelor berbentuk bulat
telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat
dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung
pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma
bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.
Daun
kelor berbentuk bulat telur, ukuran relatif kecil, daun majemuk, bertangkai
panjang, tersusun selang seling, beranak daun gasal, helai daun berwarna hijau
muda, dan biasanya di gunakan sebagai bahan masakan atau obat.
B.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Disisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Brassicales
Famili : Moringaceae
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera
III.
METODE
PRAKTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Adapun kegiatan praktikum dendrologi dilakukan
oleh mahasiswa kehutanan yaitu dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 27 April
2017, pukul 14.00 wita sampai selesai.
Kegiatan praktikum dendrologi dilaksanakan
di KHT B, Fakultas Kehutanan, Univeritas Tadulako, Palu.
3.2
Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan yaitu daun eboni, daun
kemiri, daun jati putih, daun johar, dan daun kelor.
Alat
yang digunakan yaitu kertas kuarto, pensil, penggaris, dan penghapus.
3.3
Cara Kerja
1.
Ambil
selembar kertas kuarto, lalu berikan garis pinggir dengan ukuran 4:1:1:1.
2.
Tulis
nama spesimen dan nama ilmiah tumbuhan.
3.
Gambar
daun secara lengkap dengan batang dan rantingnya.
4.
Tulis
yang termasuk jenis daun majemuk atau daun tunggal.
5.
Gambar
dengan jelas dan tulis tipe dari bagian ujung daun, bentuk daun, dan pangkal daun.
IV.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
Hasil
dari praktikum:
|
|
Gambar 1. Daun Eboni (Diospyros cellebica Bakh) merupakan daun tunggal.
|
|
Gambar 2. Daun Kemiri (Aleurites mollucanus) merupakan daun tunggal.
|
|
Gambar 3. Daun
Jati Putih (Gmelina arborea)
merupakan daun tunggal.
|
|
Gambar 4. Daun Johar (Senna
seamea) merupakan daun majemuk.
|
|
Gambar 5. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan daun majemuk.
4.2 Pembahasan
Daun majemuk adalah daun
yang pada satu tangkainya terdapat lebih dari satu helaian daun.
Daun tunggal dapat mempunyai
bagian-bagian daun yang berbeda antara golongan tumbuhan satu dengan yang lain
karena pada daunnya hanya terdapat satu helai daun saja.
4.2.1 Daun Eboni (Diospyros cellebica
Bakh)
Daun Eboni (Diospyros cellebica Bakh) adalah tanaman yang termasuk ke dalam daun tunggal
karena hanya terdapat satu helai daun saja pada daunnya.
4.2.2 Daun Kemiri (Aleurites moluccanus)
Daun Kemiri (Aleurites moluccanus) adalah tanaman
yang termasuk ke dalam daun tunggal karena hanya terdapat satu helai daun saja
pada daunnya.
4.2.3
Daun Jati Putih (Gmelina arborea)
Daun Jati Putih (Gmelina arborea) adalah tanaman yang termasuk ke dalam daun
tunggal karena hanya terdapat satu helai daun saja pada daunnya.
4.2.4
Daun Johar (Senna seamea)
Daun Johar (Senna seamea) adalah tanaman yang termasuk ke dalam daun mejemuk
karena terdapat lebih dari satu helai daun pada satu tangkai.
4.2.5 Daun Kelor (Moringa oleifera)
Daun Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman yang
termasuk ke dalam daun mejemuk karena terdapat lebih dari satu helai daun pada
satu tangkai.
V.
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Daun majemuk adalah daun
yang pada satu tangkainya terdapat lebih dari satu helaian daun. Contohnya,
Daun Johar (Senna seamea) dan Daun Kelor (Moringa oleifera).
Daun tunggal dapat mempunyai
bagian-bagian daun yang berbeda antara golongan tumbuhan satu dengan yang lain
karena pada daunnya hanya terdapat satu helai daun saja. Contohnya, Daun Eboni (Diospyros cellebica Bakh), Daun Kemiri (Aleurites moluccanus), dan Daun Jati
Putih (Gmelina arborea).
5.2 Saran
Agar
setiap praktikum dapat dilakukan dengan lebih teliti, sehingga hasil yang
didapatkan akan jauh lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Alamendah,
2017. uu no 41 tahun 1999 tentang
kehutanan.
Laman web:https://alamendah.org/peraturan-hukum/undang-undang/uu-no-41-tahun-1999-tentang-kehutanan/.Diakses pada
tanggal 6 Mei 2017
Atobasahona,
2016. Pengertian dendrologi.
Lamanweb:http://www.atobasahona.com/2016/03/pengertian-dendrologi.html. Diakses
pada tanggal 6 Mei 2017
Pengayaan,
2017. Pengertian morfologi.
Lamanweb:http://pengayaan.com/pengertian-morfologi/. Diakses
pada tanggal 6 Mei 2017
Saswin,
2012. Diospyros celebica kayu eboni.
Lamanweb:http://saswinhtml.blogspot.co.id/2012/05/diospyros-celebica-kayu-eboni.html.
Diakses pada tanggal 7 Mei 2017
Wikipedia,
2017. Kayu hitam sulawesi.
Diakses pada tanggal 7 Mei 2017
Wikipedia,
2017. Johar. Laman web:https://id.wikipedia.org/wiki/JoharDiakses pada
tanggal 7 Mei 2017
Wikipedia,
2017. Kemiri. Laman web:https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiri.
Diakses pada tanggal 7 mei 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar